Akhirnya Direhab, Tio Pakusadewo Tak Berhenti Bersyukur

Sempat dituntut jaksa empat tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar, Tio Pakusadewo akhirnya lega setelah hakim menjatuhkan vonis 9 bulan penjara, dengan sisa masa tahanan akan ia habiskan di di RSKO Cibubur. Setelah sidang, Tio tak henti-hentinya bersyukur atas putusan tersebut.

Agen Bandarq

Alhamdullilah, Alhamdullilah senang, Alhamdullilah bersyukur karena Allah sudah sangat begitu baik dan saya sangat berterima kasih kepada anak-anak saya. Juta teman-teman yang terus ada untuk saya. Saya mau ucapkan terima kasih banyak untuk teman-teman semua,” ujar Tio usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/7).

Sebagaimana para artis yang pernah terjerat narkoba, Tio Pakusadewo berjanji tidak akan menggunakan obat-obatan terlarang lagi dalam hidupnya.

“Iya, pastilah tidak akan menggunakan lagi. Saya punya janji untuk diri saya sendiri,” ujar Tio yang tak sempat melanjutkan kalimat lantaran telah dibawa oleh aparat ke ruangan khusus. O ian/edi

Artis peran Tio Pakusadewo (54) mengaku pernah beberapa kali ingin mengakhiri hidupnya karena kasus dugaan penyalahgunaannarkotika yang menjeratnya.

Hal itu diungkapkan oleh Tio ketika menjalani sidang pledoi atau pembacaan nota pembelaan atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018).

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA NAGAQQ  :  AGEN BANDARQ

“Beberapa kali saya berpikir untuk menyudahi hidup saya,” ujar Tio kepada Ketua Majelis Hakim, Asiadi Sembiring.

Tio mengungkapkan bahwa pikiran tersebut muncul karena kondisi kesehatannya, yang tadinya sudah membaik di tempat rehabilitasi, menjadi buruk ketika ia dipindah ke rumah tahanan.

Ia dipindahkan ke rumah tahanan ketika berkas kasusnya sudah lengkap atau P21 dan ia akan disidangkan di pengadilan.

Tio Pakusadewo mengaku bersalah dan menyesali perbuatan yang telah dilakukannya. Ia meminta kepada majelis hakim agar memberi hukuman rehabilitasi.

“Semoga majelis hakim memberikan kesempatan saya untuk direhabilitasi. Saya sebagai warga negara yang telah mengakui kesalahan, atas nama hukum dan keadilan, saya memohon untuk memberikan keadilan,” ucapnya.

Dalam sidang tuntutan, Tio Pakusadewo dituntut enam tahun penjara dengan dikurangi masa tahanan dan juga denda sedikitnya Rp 800 juta.

Ia dinilai terbukti melanggar Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika (menyimpan, menguasai, dan memiliki)

Sementara itu, pihak Tio berkeberatan atas tuntutan JPU. Mereka mengajukan pledoi karena pasal yang tepat digunakan adalah Pasal 127 Ayat 1 huruf a Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika (penyalahgunaan).