Ikuti Tradisi Korea, Lee Jeong Hoon Rayakan 100 Hari Usia Sang Putri

Gosip Seputar Selebritis – Tak lama setelah resmi menikah Moa, presenter asal Korea, Lee Jeong Hoon mendapat anugerah berupa seorang anak perempuan. Putri cantiknya itu kemudian diberi nama Kimora Hazel Amber Lee.

Agen Bandarq

Bayi yang lahir pada 5 Mei lalu ini, kini telah menginjak usia 100 hari. Menurut tradisi Korea Selatan, orangtua diharuskan membuat sebuah syukuran ketika buah hatinya mencapai usia 100 hari. Oleh sebab itu lah, Lee Jeong Hoon dan Moa membuatkan sebuah acara untuk sang putri tercinta.

Momen bahagia tersebut pun dibagikan oleh Lee Jeong Hoon melalui akun Instagram pribadinya. Nampak acara tersebut terkesan sangat intim lantaran dihadiri oleh orangtua dari Moa dan Lee.

Ruangan pesta pun dihias dengan berbagai pernak pernik berwarna putih dan merah muda. Berbagai balon dengan macam-macam bentuk pun nampak menjadi salah satu dekorasi yang sengaja disiapkan untuk pesta bayi Kimora. Selain itu, berbagai hidangan kue pun terlihat memenuhi meja utama serta dua meja kecil di setiap sisinya.

Penampilan keluarga kecil Lee dan Moa pun mencuri perhatian publik. Moa, Lee serta ketiga putri mereka kompak mengenakan baju tradisional Korea yang disebut Hanbok. Pink dan biru muda pun dipilih mereka untuk warna Hanbok yang dikenakan.

“Hari ini merayakan 100 hari bayi Kimora @aime_troisieme_gateau bersama keluarga tercinta. Yang paling spesial yaitu kehadiran orangtua dan mertua besarta @chloemisabella @zoe_chloe_cute (kedua putri Moa dari pernikahan sebelumnya) dan @himom0702 , om jack , mama jane,” Tulis Lee mengawali unggahannya, Selasa (14/8/2018).

KLICK TULISAN MIRING DI SAMPING INI UNTUK MASUK KEDALAM SITUS JUDI POKER ONLINE TERPERCAYA NAGAQQ  :  AGEN BANDARQ

“Senang sekali momen penting ini banyak diberkati orang-orang, didoakan oleh orang-orang. Selain itu, hari ini bisa pakai hanbok baju tradisional Korea untuk ulang tahun 100 hari bayi Kimora ❤️❤️❤️👗👘🇰🇷,” lanjut ayah satu anak ini.

Acara ini terbilang wajib bagi seseorang yang berasal dari negeri Ginseng sebagai wujud rasa syukur. Diceritakan pada zaman dahulu, di masa perang, hanya sedikit bayi yang dapat bertahan melewati usia 100 hari. Sebab itu lah, kini tradisi peringatan 100 hari bagi bayi seakan wajib dilakukan di Korea.